SAMARINDA – Komisi II DPRD Kalimantan Timur menilai bahwa fondasi ketahanan ekonomi daerah perlu diperkuat secara serius menyusul volatilitas global yang menghantam sektor-sektor utama Kaltim. Bukan hanya karena anjloknya kinerja tambang, tetapi juga karena melemahnya pasar ekspor dan pengetatan fiskal nasional yang berdampak langsung pada ruang gerak pembangunan.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menekankan bahwa tantangan ekonomi Kaltim saat ini lebih kompleks dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa gejolak pasar batu bara hanya salah satu faktor, sementara faktor lain seperti penurunan permintaan luar negeri dan penyusutan Transfer ke Daerah (TKD) telah memperdalam tekanan pada struktur fiskal daerah.
“Isu hari ini bukan sekadar turunnya nilai komoditas. Ada tekanan makro yang membuat daerah perlu menata ulang seluruh strategi ekonominya,” kata Firnadi, Rabu (25/11/2025).
Menurutnya, sektor-sektor alternatif tidak boleh diperlakukan hanya sebagai ‘pengisi ruang kosong’, tetapi harus ditempatkan sebagai pilar utama dalam desain ekonomi jangka panjang Kaltim. Oleh karena itu, ia meminta Pemprov untuk lebih fokus pada penguatan sektor yang memiliki ketahanan tinggi terhadap fluktuasi global.

















