BBM Langka di SPBU, Antisipasi Penimbunan Polres Palopo Turunkan Personel Non Seragam

  • Whatsapp

PALOPO — Sejak tiga hari terakhir terlihat antrian kendaraan disejumlah Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas yang dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, malam tadi sekira pukul 21.00 Wita, Rabu, 13 Oktober 2021, mengatakan telah menurunkan personel non seragam lakukan pemantuan.

Bacaan Lainnya

“Sudah dilakukan pemantauan oleh petugas non seragam, semoga 2 hari kedepan suplai BBM ke SPBU dari Pertamina sudah normal kembali,” katanya.

Sementara itu, Andi Pengawas SPBU Binturu Kota Palopo, Sulsel, kepada tim liputan katasatu.co.id mengatakan, terjadinya antrian panjang kendaraan tersebut, disebabkan minimnya Stok Bahan Bakar Minyak (BBM), dikarenakan kapal tanker pemuat BBM belum masuk.

” Informasi yang kami dapatkan, kapal tanker pemuat BBM belum masuk, otomatis jatah kami ikut kurang,” katanya.

“Kapal tanker yang belum masuk, informasinya terpangaruh karena cuaca buruk,” sambungnya.

Menurut Andi, Antrian kendaraan di SPBU Binturu Kota Palopo,Sulsel, sudah terjadi sejak tiga hari terakhir, dan belum dapat dipastikan kapan kondisi tersebut dapat kembali normal.

” Antrian kendaraan di SPBU. untuk kembali normal, saya belum dapat pastikan kapan, tapi kami berharap semoga dapat segera kembali normal,” ujar Andi.

“Untuk hari ini, (Rabu, 13/10/2021) stok yang tersedia, BBM BLK atau Pertalite Khusus, Solar Subsidi dan pertamina dex,” tutup Andi.

Anehnya, di tengah kelangkaan BBM disejumlah SPBU, malah Pertamini di Kota Palopo terlihat lancar bertransaksi, tentu hal tersebut menjadi tanda tanya, darimana mendapatkan BBM, kemudian apakah memiliki Izin penyimpanan, izin layak beroperasi dan inzin pengangkutan.

Sapri warga Kelurahan Benteng, Wara Timur, Kota Palopo, Sulsel, yang ikut antrian di SPBU menyebutkan, menduga ketidak seriusan pihak terkait dalam menangani permasalahan pertamini, dan terjadi pembiaran terkait dugaan penimbunan BBM.

”Mulai dari harga dan takaran antara SPBU dan Pertamini sudah berbeda, tentunya hal merugikan masyarakat, karena apabila terjadi kelangkaan seperti sekarang, mau tidak mau kita beli, siapa yang dirugikan, kan masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu Kadis perdagangan Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang coba untuk di konfirmasi melalui sambungan telfon belum mendapatkan tanggapan, demikian halnya pesan singkat whatsapp, hanya terceklis biru yang menandakan sudah terbaca, namun memilih bungkam,tidak membalas pesan konfirmasi dari tim liputan katasatu.co.id.

Namun, meski demikian tim liputan katasatu.co.id akan terus berupaya untuk mendapatkan informasi dari pihak Dinas Perdagangan Kota Palopo, kemudian disampaikan ke publik untuk diketahui.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *