Dampak Banjir Proses Coklit KPU Luwu Utara Terhambat

Komisioner KPU Luwu Utara, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Supriadi Halim

LUWU UTARA — Akibat musibah banjir banjir bandang, proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Luwu Utara kini terhambat.

Itu dikatakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara, Supriadi Halim, saat ditemui langsung di kantornya, Jumat (24/7/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya wilayah terdampak paling parah terhadap tahapaan Coklit meliputi, Kecamatan Masamba, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Sabbang.

“Sebaran terbanyak berada di Masamba yakni, Bone, Bone Tua, Pombakka, Lapapa dan Lero. Untuk Masamba, Pongo dan Laba,” Kata Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi itu.

Lanjut Supriadi, untuk Kecamatan Baebunta, terdapat dua Desa yang paling berpengaruh. dan empat desa di Kecamatan Sabbang.

“Baebunta dan Radda, sedang Sabbang antara lain Desa Malimbu, Pengkendekan, Sabbang dan Salama,” tambahnya.

Meski demikian, proses Coklit tetap berjalan untuk wilayah yang tidak terkena dampak bencana banjir bandang. Kini,pihaknya tengah melakukan pemetaan termasuk pergeseran warga pengungsi atau wajib pilih.

“Kami tetap berupaya menjaga hak pilih masyarakat, untuk solusinya, sisa menunggu Juknis KPU RI, apakah ada rencana perpanjangan atau tidak,” tutup Supriadi.

Diketahui, berdasarkan data KPU Luwu Utara, terdapat 29 jumlah TPS terdampak dan 17.256 pemilih potensi. (Ab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.