Dimediasi Wakil Bupati Enrekang, Ahli Waris ABK Dapat Ansuransi 10 USD

ENREKANG | KATASATU.co.id –  Kabar memilukan bagi keluarga Anak Buah Kapal (ABK) Almarhum (alm) Muhammad Alfatah warga asal Banca Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, yang beberapa waktu lalu tersiar informasi diberbagai jejaring media sosial (Medsos), dimana jasadnya di larung ke laut, setelah dipastikan meninggal dunia, akibat penyakit yang dideritanya.

Informasi tersebut sontak membuat perasaan keluarga alm. Muhammad Alfatah bagai disayat sembilu, betapa tidak, seorang anak pergi untuk selama lamanya tanpa adanya penjelasan, baik dari pihak pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemeneterian Luar Negeri (Kemenlu),  maupun dari pihak perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), kepada keluarga ahli waris.

Bacaan Lainnya

Hal itulah yang menggugah hati Wakil Bupati Enrekang Asman, sehingga melakukan upaya mediasi atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) bersama ahli waris, dengan pihak Kemenlu RI, dan PJTKI, untuk mengetahui seperti apa kronologi kematian Alfatah sehingga jasadnya harus dilarung ke laut. Selain itu, pihak keluraga juga mempertanyakan hak-hak almarhum Alfatah sebagai tenaga ABK.

Setelah mendengar pengaduan dari Wakil Bupati Enrekang Asman, rombongan kedua pihak terkait, langsung  menyambangi bumi Massenrepulu itu, untuk bertemu pemerintah Kabupaten Enrekang guna menjelaskan, secara detail kronologi meninggalnya alm. Alfatah dan prosesi pemakamannya yang dilarung (dibuang) ke laut.

Dikutip dari celebestimes.com, Parlintongan Sihombing selaku Direktur Utama di PT. Alfira Perdana Jaya, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) berjanji akan memenuhi semua permintaan orang nomor dua di Kabupaten Enrekang,

‘‘Bila mana terjadi resiko-resiko termasuk meninggal dunia dan cacat seumur hidup akan mendapatkan asuransi 10 USD, saya akan siap membantu pihak keluarga untuk mengurus itu, termasuk hak guna BPJS, dan hak-hak-nya di luar Negeri, juga bisa didapatkan keluarga, dan akan diserahkan kepada ahli waris almarhum Alfatah,”janji Parlintongan.

Sementara itu, Endah R Yuliarti dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyampaikan lansung, dan memberikan penjelasan kepada pihak keluarga alm Muhammad Alfatah, bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menagani kasus tersebut.

Salah satunya, memberikan penjelasan tentang hak-hak finansial almarhum, akan diupayakan untuk dipenuhi.

“Saya mewakili Kemenlu RI, diberikan tugas khusus oleh pimpinan untuk ketemu langsung keluarga ahli waris, guna menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, dan memberikan penjelasan kepada pihak keluarga, bahwa semua hak-hak finansial almarhum diupayakan akan dipenuhi,”jelas Endah kepada media ini. saat digelar pertemuan di ruang Wakil Bupati Enrekang, Kamis kemarin, 23 Januari 2020.

Editor : rdk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.