Hambat Proses Pendidikan! Sekjend PP HAM BASTEM Desak Pemkab Luwu Normalkan Jaringan Pemancar Diwilayahnya

Sekjend PP HAM BASTEM Periode 2018-2020, Surianto

LUWU — Carut marut terkait imbauan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan istilah kampanye “Stay at Home dan Work From Home” dimana secara keseluruhan mengandalkan ketersediaan akses jaringan internet

Salah satu yang terkena imbasnya adalah jalannya proses belajar mengajar dari rumah atau via daring online yang dimana wajib terhubung dengan akses jaringan internet.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya yang dialami SMA 19 Luwu yang berlokasi di Desa Lissaga, Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu, yang mengeluhkan tidak tersedianya akses jaringan internet atau singnal seluler.

“Sejak januari hingga saat ini, jaringan tidak lagi dapat terakses sehingga berimbas pada tertudanya seluruh kegiata pembelajaran untuk siswa, jika terus berlarut, makan siswa dipastikan ketinggalan mata pelajaran,” ujar Kepala Sekolah, Muhajir.

Dirinya berharap pihak terkait dalam hal ini adalah Dinas Kominfo dan operator celuler segera mengambil sikap, untuk kembali menormalkan proses pembelajaran.

“Sudah lama, anak didik kami ketinggalan mata pelajaran, saya mewakili pihak sekolah berharap penuh kepada pemerintah menuntaskan persoalan ini,” tambah Muhajir.

Hal yang sama ditanggapi, tokoh pemuda yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Himpunan Mahasiswa Basse Sangtempe (Ham Bastem), Surianto dengan keluhan yang sama.

“Saya termasuk yang merasa terkena dampak tidak adanya ketersediaan signal, dimana kami sebagai mahasiswa juga harus mengikuti perkuliahan via daring online,” tandasnya.

Lebih jauh ditambahkan Anto sapaan akrab Sekjend PP Ham Bastem itu, sangat menaruh harapan kepada pemerintah dan dinas terkait untuk segera kembali memperlancar jaringan dari pemancar telkomsel di daerahnya.

“Saya pribadi yang tengah dalam tahap menyelesaikan study akhirpun harus tertunda lantaran tidak bisa mengakses internet untuk keperluan bimningan dan ujian,” ucap Anto.

“Kami kalangan muda dan pelajar yang selama ini menggantungkan layanan internet terpaksa terhalang, besar harapan kami kepada semua pihak terkait agar prihatin dengan keadaan ini dan segera menindak lanjuti agar pemancar di daerah kami kembali beroperasi” tutup Sekjend PP Ham Bastem Periode 2018-2020 itu. (Mr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.