Jumpa Pers, Berikut Fakta – Fakta Penanganan Bencana Banjir Bandang di Luwu Utara

Luwu Utara – Pasca banjir bandang yang mengakibatkan ribuan rumah warga yang terendam lumpur dan tumpukan kayu di enam kecamatan di kabupaten Luwu Utara.

Kapolres Luwu Utara AKBP Agung Danargito dalam konfrensi persnya mengatakan bahwa bencana banjir bandang ini mengakibat sejumlah fasilitas umum rusak, termasuk rumah warga, kantor pemerintahan, sekolah, pasar tradisional, persawahan dan juga beberapa jembatan.

Bacaan Lainnya

“Upaya terus dilakukan pemerintah daerah dibantu dengan TNI / Polri dan untuk saat ini jalan trans Sulawesi belum bisa dilewati sebagaimana mestinya sehingga menggunakan jalur alternatif,” kata AKBP Agung Danargito.

Ia juga menambahkan bahwa adapun fakta – fakta dilapangan sampai saat ini korban yang meninggal dunia terdapat 38 orang.

“Saat ini 38 warga yang meninggal dunia, ada empat yang belum teridentifikasi, korban luka sebanyak 106 orang, dilaporkan hilang sampai saat ini ada 7 orang, kerungian material diperkirakan 50 miliar, sedangkan jumlah masyarakat yang terdampak 3672 KK atau sekitar 14 ribu jiwa,” tambah kapolre Luwu Utara.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat ditanya oleh salah satu wartawan terkait lahan pengungsi, status hunian lahan dan anggaran yang disiapkan terhadap hunian warga terdampak bencana.

Bupati Luwu Utara mengungkapkan bahwa mengenai hunian warga terdampak bencana sudah disiapkan bahkan sudah dibangun dan selebihnya sementara pembangunan.

“Untuk statusnya ini pinjam pakai, terkait dengan hunian tetap kami sementara proses konsolidasi data untuk memastikan bebera rumah yang rusak berat, rusak sedang, rusak ringan kemudian berapa rumah yang berada di daerah bantaran sungai,” ungkap Indah

Lebih lanjut Indah menjelaskan bahwa terkait untuk Hunian Tetap (Huntap) pemerintah daerah memiliki dua lokasi.

“Lokasi huntap berada di desa Mappedeceng dan di desa Lamiri dekat gedung olahraga yang kurang lebih 14 hektar, untuk huntap ini kami bekerja sama dengan kementrian PUPR terutama dalam pembangunan rumah dan terkait besaran anggaranya tergantung rumah yang akan direlokasi,” tutup Bupati Luwu Utara.

Hadir dalam konferensi pers Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani, S.I.P., M.H., dan Pabung Luwu Utara Kodim 1406 Sawerigading Mayor CZI. Syafaruddin.(Abdi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.