Firnadi menambahkan bahwa tekanan fiskal akibat pemangkasan TKD harus dijadikan momentum untuk memperbaiki efisiensi, memperluas sumber pendapatan, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Ia meminta Pemprov menjaga agar pembangunan prioritas tidak terhambat akibat penyusutan anggaran.
“Kita butuh arah pembangunan yang lebih terukur. Ketika kondisi fiskal melemah, yang harus diperkuat adalah kualitas belanja dan kepiawaian daerah mencari ruang baru untuk tumbuh,” tegasnya.
Ia meyakini bahwa Kaltim memiliki fondasi kuat untuk melakukan transformasi ekonomi, asalkan seluruh sektor digarap secara konsisten dan terintegrasi.
“Kalau daerah mampu memperkuat sektor-sektor ini sejak sekarang, kita tidak akan mudah goyah lagi ketika komoditas turun,” tutupnya.

















