Longsor Putuskan Akses Jalan Trans Palopo-Toraja, Enam Rumah Ambles Terbawa Material, Danramil 1403-06 Wara Bersiaga di Lokasi

PALOPO — Musibah tanah longsor terjadi di jalan trans Sulawesi, tepatnya di Km 24, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat Kota Palopo, Jumat (26/06/2020) sekitar pukul 16.46 Wita.

Salah seorang warga yang sempat melintas, Arif mengatakan, beberapa menit selum melintas di wilayah itu tidak menduga akan terjadi longsor.

Bacaan Lainnya

“Beberapa menit sebelum kejadian, saya sempat melintas, dari arah Toraja ke Palopo, dan tidak merasakan adanya tanda-tanda akan terjadi bencana longsor,” katanya saat di hubungi.

Akibat longsor tersebut, akses jalan trans Palopo-Toraja terputus total. Belum ada data pasti jumlah rumah dan korban jiwa yang terkena dampak dari benacana tersebut.

Akibatnya, jalur tersebut mengalami putus total. Pengendara dari arah Palopo maupun Toraja tak bisa melintas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Antonius Dengen, membenarkan peristiwa tersebut.

“Anggota sementara ke lokasi untuk mengevakuasi warga,” katanya.

Danramil 1403-06 Palopo, saat dihubungi melalui via selulernya mengatakan dirinya masih berada di lokasi bencana untuk mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak berada dekat dengan titik longsor.

“Kita imbaukan mereka untuk sementara waktu menjauh dari titik longsor, ini untuk keselamatan mereka, terlebih saat ini, situasinya masih sangat rawan dan berbahaya,” ujar Kapten Inf Alex Makale.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, jalan penghubung antara Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Utara tertutup material longsor di KM 21-22.

Tak hanya itu, tercatat lima rumah ikut terbawa material longsor, berikut hilangnya jaringan/sinyal telepon seluler, tidak ada penerangan dimana tiga titik tiang listrik roboh akibat terjangan longsor

Diktahui, Sejak April lalu, kondisi jalan mengalami retak hingga puluhan meter. Retakan tersebut terus bertambah. Sejumlah warga yang umumnya adalah warung makan sudah memindahkan barangnya ke rumah warga lainnya yang dianggap lebih aman. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.