VIDEO : Mahasiswa VS Polisi Warnai Unjuk Rasa “Tolak Omnibus Law” di Palopo

  • Whatsapp

PALOPO — Aksi unjuk rasa mahasiswa, dari berbagai Perguruan Tinggi, yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia (API) di Kantor DPRD berujung bentrok, Kamis (8/10/2020).

Aksi saling lempar terjadi setelah dilakukan pertemuan antara mahasiswa dan angota DPRD Palopo di ruang musyawarah.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, mahasiswa diterima oleh Anggota DPRD Palopo Irvan Majid dan Robert Arelius Rante dari Fraksi Demokrat.

Sayangnya dalam pertemuan tersebut tidak terjadi kesepakatan, hingga mahasiswa melemparkan batu kearah kantor DPRD Palopo.

Bukan hanya melempar batu, massa juga membakar empat unit sepeda motor, termasuk milik Kapolsek Wara Utara, pos penjagaan Kantor DPRD Palopo, dan ruangan staf Kantor.

Untuk menghalau, aparat Kepolisian melepaskan tembakan gas air mata kearah kerumanan massa aksi, dan mengamankan sejumlah mahasiswa.

Diamankannya sejumlah mahasiswa membuat tensi aksi unjukrasa memanas, hujan batupun tidak terelakan ke arah Brimob yang bertahan di halaman kantor DPRD Palopo.

Kapolres Palopo AKBP. Alfian Nurnas bersama Dandim 1403/Swg, Letkol Inf Gunawan, didampingi oleh Danramil 1403-06/Wara, Kapten Inf. Alex Makale, berupaya untuk menemui massa untuk berdialog.

Saat berdialog bersama massa aksi di tengah Lapangan Pancasila, terjadi kesepakatan.

“Kami akan menghentikan aksi ketika kawan kami yang di tahan dibebaskan sekarang juga,” tegas Wajenlap, Apet.

Mendengar permintaan mahasiswa, Kapolres Palopo AKBP. Alfian Nurnas menyetujui permintaan tersebut dengan catatan aksi dihentikan.

“Jika disepakati kalian tidak melanjutkan aksi lagi, kita sepakat dan membebaskan adik-adik yang ditahan,” tutur Kapolres.

Dengan jaminan keamanan, perwakilan massa yang menjemput kawannya yang tertahan dikawal oleh Kasat Reskrim Polres Palopo AKP. Andi Aris Abu Bakar, dan mahasiswa tersebut semuanya dibebaskan. (Fatma)

Pos terkait

Comment