Respon Keluhan Jalan Rusak di Lutim, Kadis PUTR Sulsel Teruskan ke BBJN

Masyarakat Luwu Timur saat memasang poster kritikan terkait jalan rusak yang proses penanganannya dianggap lamban. Foto : makassar.antaranews.com

LUWU TIMUR – Merspon keluhan masyarakat tentang jalan nasional yang alami kerusakan di wilayah Kecamatan Burau, Luwu Timur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Astina Abbas, meneruskan aspirasi rakyat itu ke pihak Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Sulsel.

Menurut Astina Abbas di Makassar, Minggu (1/05/22), yang dikutip dari makassar.antaranews.com, mengatakan, bahwa, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional, sehingga untuk proses penanganannya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BBJN di wilayah Sulsel.

Bacaan Lainnya

“Iya, ruas di Burau tepatnya pada ruas jalan Nasional Batas Luwu Utara – Wotu itu merupakan jalan Nasional. Kondisinya memang rusak,” ujarnya menanggapi banyaknya keluhan dan permintaan masyarakat terkait kerusakan jalan di Burau Kabupaten Luwu Timur, Sulsel itu.

Astina Abbas, menyebutkan, hal tersebut sudah menjadi komitmen Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, agar dapat menindaklanjuti ruas jalan nasional yang masih membutuhkan penanganan. Diperkirakan ruas jalan rusak di Burau Lutim tersebut, sepanjang 6,7 kilometer dan lebar 4,5 meter.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah menyampaikan kondisi kerusakan ruas jalan ini ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR untuk ditangani pada 2023,” jelas Astina Abbas dilansir dari makassar.antaranews.com

Sementara itu, untuk ruas jalan di wilayah Kabupaten Pinrang, Sulsel, Asnita Abbas memastikan tengah dalam proses pengerjaan galian untuk pelebaran jalan, dimana pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu pekerjaan galian, pekerjaan pemadatan tanah dasar, penghamparan material berbutir dan pemadatannya, penghamparan lapis pengerasan dan pemadatan, diakhiri dengan pekerjaan pengaspalan.

“Pekerjaan pemadatan pada setiap lapis penetrasi dilaksanakan untuk memastikan kekuatan dan kestabilan struktur pengerasan jalan, “ ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Astina Abbas, yang dikutip dari makassar.antaranews.com. (**)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.