Soal Penanganan Covid-19 di Palopo, Ini Penjelasan Wali Kota

PALOPO — Melalui keterangan persnya, dilantai III ruang kerjanya, Selasa (12/5/2020) siang tadi. Wali Kota Palopo, membeberkan sebanyak 9.569 Kepala Keluarga (KK) terdata sebagai calon penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

Setiap KK berhak memperoleh Rp600 ribu perbulannya, dimulai April hingga Juni 2020 mendatang. Para penerima merupakan data pasti yang telah dilakukan pihak Pemerintah Kota (Pemkot)

Bacaan Lainnya

“Untuk pencairannya dapat dilakukan di BRI, BNI dan PT. Pos Indonesia, soal jumlah penerimanya, jika masih ada kekeliruan, silahkan laporkan,” ujar HM. Judas Amir.

Sebelumnya, Pemkot Palopo, telah mendistribusikan bantuan bahan pokok sebanyak 1.599 KK ditambah bahan pokok susulan 2.046 KK dengan masing-masing Rp200 ribu (e-warung). Sedang untuk yang terkena PHK sebanyak Rp3.437 KK.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyalurkan paket sembako sebanyak 700 paket, belum lagi Rastra Daerah 4.359 KK ditambah bantuan Baznas 1.280 paket yang sudah berjalan.

Wali Kota juga menyinggung soal refocusing anggaran yang telah dilaksanakan Pemkot Palopo dalam rangka penanganan Covid-19, dalam Perpu No: 1 tahun 2029 yang dipedomani pemkot tidak dikenal adanya istilah refocusing anggaran sepengetahuan DPRD.

Melainkan, usulan refocusing dikirim ke pusat untuk disetujui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dimana hasil perubahan itu disampaikan ke pimpinan DPRD.

Hasil refocusing sebesar Rp17,9 Miliar, khusus diperuntukkan kepada 6.000 KK UMKM yang terdampak Covid-19, PHK/pekerja dirumahkan 2.086 jiwa.

Untuk pekerja sektor pariwisata 265 jiwa, dan KK rentan miskin sebanyak 3.876 KK. Juga akan ada bantuan dana kelurahan sebanyak 200 paket di 48 kelurahan.

Hadir dalam kegiatan, Sekkot Palopo, Firmanza DP, Jubir Gugus Tugas, dr. Ishaq Iskandar, Kadinkes, M. Taufiq, Kepala BPKAD, H. Samil Ilyas, Kepala Kesbangpol, Baso Sulaiman, Kabag Humas, Wahyuddin. (Rls/Ft)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.