Soal Pencabutan Hak 17 KPM Tokoh Pemuda Latimojong: Keputusan Keliru!

LUWU — Pencabutan hak ke 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Lambanan, Kecamatan Latimojong Kabupaten Luwu mendapat reaksi keras dari tokoh pemuda setempat.

Imran Lewa, mengaku kecewa atas tindak kekeliruan Pemdes Lambanan yang mencabut hak 17 KPM Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).

Bacaan Lainnya

“Keputusan yang sangat keliru, apalagi mereka (Pemdes) mencabut tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, baik secara tertulis ataupun lisan,” ungkap Imran, melalui sambungan selulernya, Sabtu (9/5/202) malam.

Menurut Imran yang juga salah satu mahasiswa IAIN Palopo itu bahwa, 17 KPM tersebut, masih memiliki hak sebagai penerima, dilihat dari kondisi mereka yang masih hidup dibawah garis keterbatasan.

“Intinya masih layak, itu juga dilihat dari belum selesainya dunia pendidikan anak mereka, sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 1 Tahun 2018 tentang PKH,” pungkasnya.

Lebih jauh, ia berharap agar pemerintah jauh lebih pro aktif dalam memikirkan kondisi sosial dan takaran penghasilan masyarakat, terlebih ditengah situasi ancaman pandemi wabah Covid-19.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *