Warga Sangtandung Adukan Kades Atas Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran ke Kejari Luwu

  • Whatsapp

LUWU — Sejumlah warga Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu yang berlokasi di Jl. Pahlawan, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Rabu (21/4/2021).

Bukan tanpa sebab, kedatangan mereka tidak lain untuk mempertanyakan tindakanjut aduan warga atas dugaan penyalahgunaan anggaran pada pelaksanaan pekerjaan talud di Desa Sangatandung, yang diduga dilakukan oknum Kepala Desa

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, terkait masalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) ikut dibahas dalam agenda kedatangan mereka, yang diterima langsung Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Luwu, Jainuardy Mulia.

Mewakili masyarakat, Arifin Nasir meminta keseriusan pihak Kejari Luwu, untuk segera menindaklajuti surat aduan mereka yang sudah bergulir sejak bulan lalu ke meja Kejari Luwu.

“Kehadiran kami, guna meminta keseriusan Kejari segera memeriksan keuangan serta pekerjaan talud tahun anggaran 2020, untuk dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Dirinya juga sangat menyesalkan tindakan arogansi oknum kepala desa yang disinyalir kerap mengintimidasi masyarakat setempat, dimana kuat dugaan ketika mengambil kebijakan, nyaris tidak melalui musyawarah ataupun langkah sosialisasi.

“Ini juga yang kami sesalkan, dimana seorang oknum kepala desa, malah mengancam gusur warga yang tidak merelakan lahan seluas 10 meter untuk pelebaran jalan,” ungkap Arifin dihadapan Kasi Intel Kejari.

Tidak hanya itu, Arifin juga mengatakan, jika pelebaran jalan tersebut tidak di masukkan dalam agenda musyawarah desa ataupun sosialisasikan, yang pada akhirnya telah menimbulkan kepanikan dan keresahan ditengah masyarakat.

Menurut Arifin, pelebaran jalan yang berada di Dusun Buntu Tabang dan Dusun Benteng, diduga peruntukkannya untuk mempermudah pihak lain, mengambil dan mengelola kayu yang ada di kawasan hutan lindung, hingga merusak beberapa fasilitas umum.

“Akibatnya, jalur pipa air bersih Pamsimas, PNPM, pagar SDN 332 padang durian seluas dua meter, saluran drainase yang dibangun 2017 dan 2019 dari dana desa, pekarangan rumah warga dan sayap jembatan Muso yang dibangun sejak 2019 menggunakan dana desa, rusak parah,” jelas Arifin.

Tidak hanya sampai disitu, Arifin juga bercerita, terkait penyaluran BLT pada tahun 2020, dilapangan, kuat dugaan hanya terealisasi sebanyak enam kali dari yang semestinya, yakni, sembilan kali.

“Jadi bulan September, Oktober dan November itu tidak disalurkan. Bahkan penerimaannya pun bervariasi, dimana sebagian warga ada yang menerima tiga sampai enam kali,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Intel Kejari mengungkapkan, pihaknya sudah menindaklanjuti aduan warga Sangtandung ke Inspketorat berdasarkan hasil tinjauan dan pemeriksaan lapangan.

“Kita juga berkoordinasi dengan Polres Luwu, ditambah dengan ikut melibatkan unsur Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam kasus ini,” ungkap Jainuardy.

Dikatakan oleh Kasi Intel, Kejari Luwu sudah melakukan penyuratan resmi ke Inspektorat dan meminta hasil pemeriksaan dilokasi. Bahkan sudah mengantongi data hasil pemeriksaan Kaur, BPD dan Bendahara terkait aduan warga.

“Jika faktanya hasil temuan terdapat pelanggaran, atau penyalah gunaan aturan didalamnya, tanpa menunggu waktu lama, kami akan langsung melakukan pemangggilan kepada yang bersangkutan,” tutup mantan Kasi Pidum Malili dan Kasi Pidsus Takalar itu.

Editor : Muh Ishari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *