Eksklusif Bagian I Asal Mula “Cafe Pesona Kampong” Konsep Alam Ditengah Persaingan Kedai Modern

  • Whatsapp

PALOPO – Mendengar nama “Cafe Pesona Kampong” mungkin tak asing lagi bagi kalian para pecinta kedai Sarabba “wedang jahe” sambil menikmati pemandangan alam yang dimiliki Kota Palopo.

Setelah sukses menyediakan fasilitas “indoor dan out door” yang masih merajai beranda Media Sosial anda, kini Cafetaria yang terletak di dataran tinggi pegunungan Kambo itu masih berusaha memanjakan setiap pengunjungnya.

Bacaan Lainnya

Nah, memilih Cafe Pesona Kampong tentu menjadi penilaian terbaik bagi anda atau pasangan yang ingin melepas penat serta lelah ditengah hiruk pikuk dunia asmara dan tugas dibalik meja kerja.

Selain menghangatkan tubuh dengan secangkir Sarabba, anda juga dapat menikmati gratis suara alam, gemercik air pancuran sekilas menatap titik terang cahaya lampu kota dari atas ketinggian.

 

Adalah Irsal Hamid, owner sekaligus tokoh pemuda setempat mengaku ide cemerlang tersebut, tidak lahir dengan sendirinya, melainkan hanya meneruskan konsep para senior terdahulunya.

“Secara pribadi, saya hanya melanjutkan apa yang sudah dimulai dari warga disini. Tentu dengan tetap menomor satukan fasilitas dari apa yang alam sudah berikan kepada kami,” katanya saat ditemui dilokasi, Senin (8/3/2021) malam.

Disinggung soal menjamurnya persaingan fasilitas kota, Irsal yang juga salah satu aktifis handal yang dimiliki Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN ) Tana Luwu itu mengaku tetap konsisten mengadukan konsep alam dengan modernisasi perkotaan.

“Tana Luwu dikenal karena budaya dan alamnya, hal itulah yang memicu saya untuk tetap memakai konsep ini sampai kedepannya meski sedikit memadukan sisi modern,” ujarnya lagi.

Bahkan, apa yang sudah dicapainya, merupakan hasil dorongan dan motivasi, tidak hanya dari keluarga tetapi juga dari rekan, sahabat dan tentu dari salah satu pelaku usaha yang jauh lebih dulu membuka peluang usaha seperti ini pula.

“Adalah pemiliki warung mifta, dialah yang pertama kali membuka peluang ini sejak puluhan tahun lalu, melihat semangat dan motivasinya, sehingga saya ikut terdorong ikut memulainya,” ungkap Irsal dengan mata berkaca-kaca.

Terlepas dari itu, Cafe Pesona Kampong saat ini juga membuka fasilitas tidak hanya menikmati ketenangan dihadapan kuliner lokal belaka, melainkan juga sudah memiliki tempat atau fasilitas pertemuan.

“Baru baru saja, kami menyelesaikan wadah pertemuan, pelatihan atau sejenisnya, jadi sembari menikmati hidangan juga dapat dijadikan tempat rapat,” tandasnya.

Meski demikian ,diakui bahwa sampai saat ini, ia hanya berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) untuk ikut serta dalam mendukung warga lokal, dalam  mempertahankan salah satu mata pencaharian andalan bagi warga Kambo, khsusnya para pemuda yang sulit mendapat lapangan kerja.

“Pada intinya, kami hanya ingin pemerintah ikut  mensosialisasikan usaha khas warga disini, secara tidak langsung, sedikit membantu pemenuhan ekonomi selama pandemi,” papar Irsal.

Masih Irsal, dalam sisi dunia usaha, terkait bahan baku (jahe) dari pembuatan Sarabba, dirinya enggan menguntungkan pedagang dari pihak luar, bukan serba pilih, tetapi dengan memanfaatkan para petani lokal.

“Soal bahan baku yaitu jahe, saya beli langsung dari warga disini, selain ikut membantu, juga sekaligus bagaimana agar pemenuhan ekonomi mereka juga dapat terpenuhi,” tutup Irsal.

Sekadar diketahui, titik lokasi Cafe Pesona Kampong terletak diwilayah Kecamatan Mungkajang, dengan durasi perjalanan selama 30 menit dari pusat Kota jasa julukan Palopo.

Selama perjalanan yang berkelok dan sejuk, anda dapat menikmati panorama alam di waktu senja ditambah live music dilokasi, bahkan hampir 99 persen bangunan terbuat dari kayu dan menggunakan atap daun rumbia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *